Jumat, 13 Januari 2012

Kesurupan Massal di Sekolah (dari buku Mengobati Penyakit Itu Mudah / MPIM karya Moeslih Rosyid)


Ada beberapa sebab terjadinya kesurupan massal yang kerap terjadi di sekolah-sekolah. Setidaknya ada tiga alasan mengapa jin sampai hati melakukan itu. Pertama, karena rumahnya diganggu. Dirobohkan, dibangun dan tidak segera diperbaiki dan diganti yang baru. Kedua, keluarga jin merasa terganggu dengan aktivitas sekolah yang tidak mereka sukai, misalnya teriakan, pengrusakan, jorok dan seterusnya. Ketiga disebabkan oleh olah seseorang atau kelompok yang biasanya dieksekusi dukun dengan maksud mengacaukan sekolah atau instansi itu

Berita sedih dari SMAN 1 Lunyuk

Akhir tahun 2008 lalu manajemen SMAN 1 Lunyuk yang jaraknya hanya 98 Km dari Sumbawa dan harus ditempuh dalam 3 jam perjalanan, disibukkan oleh kasus kesurupan massal. Saya mengetahuinya dari koran yang memberitakannya sedemikian gencarnya. Seolah tidak ada solusi terhadap permasalahan itu.

Beberapa Sandro (dukun ; Sumbawa) telah didatangkan untuk menyelesaikan kasus hasil karya golongan jin ini. Namun rupanya kesurupan massal yang dialami siswa-siswinya masih terjadi. Apalagi ketika dilaksanakan upacara bendera di lapangan, siswi berjatuhan masih saja terjadi.

Pesan yang diteriakkan jin melalui lisan siswi kerasukan telah dilontarkan. Hal-hal positif demi kebaikan sekolah banyak disampaikan oleh mereka. Menjaga kebersihan, jangan kencing sembarangan, jangan bertengkar dan pesan lain yang sebenarnya sangat bagus bukan?

Namun akar permasalahan yang mereka tuntut berupa pembongkaran rumah mereka belum mendapatkan solusi. Bahkan kata Mr Drs. Sri Mulyono kepala sekolah SMA yang perjalanan menuju kesana sangat menyedihkan ini, seharusnya penyelesaian dilakukan dengan cara damai. Hal ini persis dengan apa yang saya pikirkan dan diskusikan dengan teman-teman. Tetapi apa boleh buat, jarak, medan dan kesibukan mengakibatkan saya dan tim tidak mampu untuk datang kesana.

Komunikasi spiritual sebenarnya telah kami lakukan dengan menghubungi beberapa pembuat masalah disana. Ni Wayan Swastika jin qarin berdarah Bali yang merasa anaknya telah banyak dibunuh belum bisa menerima kenyataan itu. Dia pun lalu menjadi motor setiap terjadinya kesurupan massal yang acap terjadi. Bermula dari tangisan khasnya melalui siswi pilihannya, kemudian yang lain akan menyusul secara spontan.

Ustadz Thawil Hasan datang ke kantor saya

Secara kebetulan saya menyaksikan seorang pelanggan pos bersama istrinya yang tidak kunjung paham dengan penjelasan karyawan saya tentang tabungan SharE di loket kantor pos. Melihat gelagat kurang menguntungkan dari sisi pelayanan tersebut, lalu publik yang orang Jawa itu saya tarik ke ruangan saya. Maksudnya untuk mendapatkan penjelasan yang lebih sederhana dan mengena. Loket pun akan menjadi lebih tertib lagi.

Tak disangka, ternyata beliau adalah salah seorang guru dari SMAN 1 Lunyuk yang masih bermasalah itu. Bahkan beliau sebagai guru agama disana. Sembari menjelaskan tentang SharE, saya menyentil beberapa hal tentang kasus yang terjadi di sekolahnya. Kemudian saya berikan beberapa amalan dan tabungan yang 4 itu untuk sekedar memberikan solusi bagi permasalahan magis disana.

Ustadz Thawil sangat antusias menerima pencerahan saya. Beliau pun tidak hanya menerima ilmu sederhana itu, lebih dari sekedar hal itu beliau juga melaporkan pertemuan yang katanya sangat menarik ini kepada pimpinan sekolah.

Alhasil pada waktu yang berbeda Pak Sri Mulyono selaku pimpinan disana menemui saya dan menawarkan kepada saya cara-cara untuk tiba disana. Wallahu a’lam beliau percaya dengan saya atau tidak, bukan masalah. Bagi saya turut membantu sambil menjenguk kantor cabang pembantu saya yang paling terpencil adalah hal yang cukup penting. Pasti banyak ilmu yang akan saya dapat dari sana, pikir saya saat itu. Tetapi rupanya Mr Sri Mulyono yakin. Okelah kalau begitu, kata batin saya.

Akhirnya berangkat juga

Setelah melalui obrolan dan berbagai persiapan yang katanya terserah kapan saya bisa, akhirnya saya harus berangkat ke Lunyuk awal 2009. Teman-teman KSR PMI saya tawari untuk turut ambil bagian. Tetapi karena keputusan saya berangkat terlalu mendadak, membuat mereka yang sedang sibuk dengan berbagai kegiatannya tak bisa bergabung. Hanya seorang anggota KSR PMI yang akhirnya bisa ikut, yaitu Haris. Icha PMR SMAN 1 Sumbawa, juga ikut meskipun setengah dipaksa oleh Mr Mulyono yang adalah sahabat pamannya. Masalahnya dia sedang belajar juga kan?

Kendaraan dijamin penuh oleh manajemen SMAN 1 Lunyuk. Kijang 2004 sewaan pun lalu membawa saya ; istri saya yang sengaja saya ajak untuk bersilaturahim di sana ; Mr Sri Mulyono Ka SMAN 1 Lunyuk yang sedang berada di Sumbawa ; Mr Sudarmin guru SMAN 2 Sumbawa ; Dony seorang wartawan sekaligus guru SMAN 1 Lunyuk; Haris, Icha dan Ibu Agus Samad istri kepala kantor pos cabang pembantu Lenangguar untuk menemai istri saya. Delapan orang bersama-sama menikmati perjalanan di medan terjal, mendaki, berliku dan menegangkan itu. Beberapa orang sempat menjadi korban lika-likunya jalan dengan maboknya.

Saya yang telah mendapatkan beberapa pesan dari masyarakat jin di Lunyuk, sempat membawa beberapa rumah baru untuk mereka. Dua buah kayu sulaiman, beberapa buah batu aji, dan tombak dari besi kuning yang saya beli di krembangan Surabaya saya siapkan untuk membawa beberapa jin yang kehilangan rumahnya.

Sampai di Lunyuk pasukan pada teler. Masuklah mereka ke kantor Pos Lunyuk dimana Mr Sukimin kepala kantor pos disana sudah menunggu saya untuk mendapatkan beberapa pencerahan dinas. Setelah agak segar, dan acara dinas telah cukup, perjalanan dilanjutkan menuju SMAN 1 Lunyuk dimana tujuan utama memang kesana. Sampai di SMAN 1 Lunyuk istri saya bersama Ibu Agus Samad melanjutkan perjalanannya sendiri. Saya dan rombongan melanjutkan program berikutnya.

Strategi penyelesaian masalah

Hari itu hari Kamis dimana saya memang harus berpuasa Kamis. Kebetulan saya lahir pada hari Kamis. Jadi sekalian gitu lho. Disini meskipun tuan rumah menyesalkan kondisi itu, tetapi demi tetap jernihnya orientasi saya pada tujuan penyelesaian masalah tadi, saya memang harus tetap berpuasa. Saya tahu manajemen SMAN 1 Lunyuk kecewa, tetapi saya kira tak terlalu signifikan bukan? Saya sehat-sehat saja kok. Dan saya harus menyusun strategi untuk penyelesaian masalahnya.

Tim datang dan ditempatkan di ruangan kepala sekolah. Ruangan yang cukup rapi untuk sebuah SMA di daerah yang menurut saya terpencil itu. Saya sempat memberikan pencerahan bagi tim 6 yang akan dijadikan sebagai bemper bila ke depan ada permasalahan kesurupan lagi. Agak alot karena ada beberapa guru yang tidak segera setuju alias meragukan kemampuan kami. Karena memang kami sangat pantas untuk diragukan. Perawakan dan perilaku pun mendukung itu semua. Tetapi saya tidak peduli, sudah jauh-jauh datang dan dibawa oleh kendaraan yang disewa Pak Sri, saya kan harus tetap berdoa untuk mereka disana.

Pencerahan kurang lebih 2,5 jam itu benar-benar membuat mereka fresh karena logika-logika yang saya tawarkan rupanya masuk pada cara berfikir mereka. Sebelum itu pun saya sudah berhalo-halo di hadapan seluruh siswa-siswi disana yang dikumpulkan di mushalah dan sekitarnya.

Pesan untuk siswa-siswi adalah agar mereka meninjau kembali tujuan sekolah, saling mengisi, saling memberi, tidak saling mencari kesalahan, selalu kompak, berkomitmen untuk mencapai cita-cita dengan baik dan beberapa pencerahan lainnya. Insya Allah dengan pencerahan itu semua, mereka akan menjadi paham dan tidak saling mengganggu. Tentu saja koar-koar di mikrofon itu bukan hanya saya tujukan kepada manusianya, tetapi juga golongan jin. Menurut perasaan saya mereka menyambut baik kedatangan saya. Alhamdulillah saya tidak kesulitan dalam memprosesnya.

Jadi agenda di SMAN 1 Lunyuk itu ada tiga. Pertama pencerahan bagi siswa dan golongan jin secara umum, kedua pencerahan bagi tim khusus, dan ketiga pengajian bakda ashar sampai menjelang maghrib. Saat itu saya merasa berbangga hati karena bisa bertemu dengan seseorang yang luar biasa. Bukan saja karena beliau sudah terbiasa bergaul dengan jin dan memanfaatkannya, tetapi saya sempat menegur ketidakrajinan beliau dalam melaksanakan shalat sampai akhirnya beliau berjanji untuk tetap shalat dalam keadaan apapun. Ini sesuai dengan pesan saya yang sedikit saya paksakan di ruangan tersendiri. Beliau adalah Pak Ayuk, yang kabarnya bisa berjalan dengan sangat cepat hanya dalam hitungan detik untuk sampai ke Sumbawa dari Lunyuk. Sebagian besar masyarakat Lunyuk mengetahui hal itu. Dan menurut penglihatan saya, beliau menggunakan fasilitas jin yang adalah temannya. Yang benar , hanya Allah yang mengetahuinya.

Kesepakatan penting

Dibantu Haris dan Icha, dengan disaksikan oleh beberapa guru dan tim 6 tadi, saya memanfaatkan dua orang siswi untuk membuat kesepakatan. Dua orang siswi itu adalah mereka yang terbiasa kesurupan. Tujuan saya dua, Pertama untuk membuat kesepakatan dengan jin penghuni disana, kedua memberikan solusi sekaligus memberikan kekuatan hati bagi siswi yang paling lemah yang menjadi langganan kesurupan.

Ela dan Vera siswi yang kami perlukan itu telah ada di antara kami. Atas ijin Allah SWT saya memanggil jin yang paling rajin menangis dan mengajak yang lain merasuki siswi-siswi disana. Alhamdulillah Ni Wayan Swastika yang memang sudah kami kenal masuk ke jasad Ela. Mendengar ceritanya memang sangat menyedihkan. Anaknya sebanyak 25 orang mati terbunuh oleh penebang pohon itu. Kedatangan dukun yang lalu membunuh keluarga mereka pun kian memperbanyak korban dari kalangan mereka. Dendam lantas menyelimuti mereka semua. Jumlah mereka sangat banyak. Kematian beberapa jin mengakibatkan murka bagi yang lain. Itulah kondisinya.

Obrolan kami (Tim dan manajemen SMAN1 Lunyuk) dengan Wayan melalui Ela yang tak terlalu lama cukup memberikan pencerahan bagi tujuan hidup dan kehidupan yang zero. Yaitu tanpa adanya rasa dendam, marah, iri dan perilaku negatif sejenisnya. Alhamdulillah Wayan lalu bersedia menjadi muslimah setelah mendapatkan pencerahan. Ia pun meminta diberikan nama baru. Aisyah adalah nama yang lalu disepakatinya, tetapi maunya dipanggil Icha juga, wah aneh. Tidak mau lagi tinggal di Lunyuk, Aisyah ingin sekali ikut dengan Icha tim kami. Icha saat itu menjadi primadona dan bintang tamu yang menjadi rebutan ngobrol dan curhat siswi-siswi disana. Di waktu senggang terlihat Icha pun kuwalahan melayani mereka.

Vera yang dimasuki pemimpin dari jin muslim pun turut memberikan pesan yang sangat-sangat elegant. Pesan kebersihan, kekompakan dan nilai-nilai universal untuk kemajuan sekolah mendapatkan respon yang sangat positif dari Mr Sri Mulyono selaku pemimpin. Kesepakatan dan beberapa obrolan saya dan Haris dengan penghuni disana membuat kami, saya dan Haris benar-benar terbebani oleh mereka yang mayoritas ingin mengikuti kami. But no problem, makin banyak teman kan makin baik hehehehe...

Ciri Munafik adalah bila berkata dusta,  bila berjanji ingkar, bila dipercaya berkhianat

Sebab kesurupan massal

Ada beberapa sebab terjadinya kesurupan massal yang kerap terjadi di sekolah-sekolah. Setidaknya ada tiga alasan mengapa jin sampai hati melakukan itu. Pertama, karena rumahnya diganggu. Dirobohkan, dibangun dan tidak segera diperbaiki dan diganti yang baru. Kedua, keluarga jin merasa terganggu dengan aktivitas sekolah yang tidak mereka sukai, misalnya teriakan, pengrusakan, jorok dan seterusnya. Ketiga disebabkan oleh olah seseorang atau kelompok yang biasanya dieksekusi oleh dukun dengan maksud mengacaukan sekolah atau instansi itu.

SMAN 1 Lunyuk sebenarnya termasuk dalam kasus yang tidak terlalu berat. Kedatangan dukun yang sangat berambisi membunuh mereka semua mengakibatkan mereka kian marah dengan perilaku yang menurut mereka suatu kecongkakan itu. Dukun mungkin bisa membunuh jin-jin itu, tetapi tidak menyelesaikan masalah yang sebenarnya.

Di SMAN 1 Sumbawa pun saya sempat bersitegang dengan penghuni disana ketika pembangunan rumah mereka yang berupa kelas-kelas mangkrak, tidak diteruskan. Tetapi permohonan maaf dan pemberian solusi berupa tempat yang masih memungkinkan (di plafon-plafon kelas lain) dapat menyelesaikan permasalahan itu. Alhamdulillah.

Wallahu a’lam, saya membawa beberapa jin yang masuk di kayu saya dan ada beberapa yang saya ijinkan hinggap di badan saya. Biarlah yang penting sementara aman. Menjelang maghrib kami dibawa ke salah satu rumah Wakasek untuk shalat maghrib sekaligus buka bersama. Uenak tenan makan sepat dan makanan khas Sumbawa lainnya hehehehe...

Alhamdulillah sampai buku ini saya tulis, saya belum mendapatkan laporan yang bernada negatif pasca kesepakatan itu. Bahkan ketika saya bertemu dengan Mr Sri Mulyono, saya sempat dipaksa ditraktid makan siang di ‘Ciptasari Sumbawa’ alhamdulillah, rejeki. Semoga tujuan dan cara yang baik memang akan mendapatkan hasil yang baik pula. Ilmu baru pun kami dapat sedemikian banyak dari sana. Keringnya kerongkongan karena nonstop mengoceh selama 6 jam tidak menjadi masalah. Semoga memang SMAN 1 Lunyuk sudah aman dan proses belajar mengajar pun akan semakin baik dari waktu ke waktu. Amin

Reaksi:

0 komentar: